diam menangisi pagi, sambil terus menanti....

fiksi 8 Mar 2011 5:41pm

Kita pernah berteriak dengan nada dan birama yang sama


Mencoba menuliskan nasib tanpa ragu-ragu di udara


Menangisi kesedihan atau menertawakannya saat ia tiada


Aku dan kamu adalah perpaduan sempurna air mata dan tawa


Ya, kita….


 


Kita pernah saling menuding dalam cemburu yang tidak mengenal batas


Hingga kita terus mencibir  kebersamaan yang tergambar dalam kata nikmat pada sebuah laknat


Aku terengah, kamu tiada mengalah, kita lelah, lalu kalah….


 


Tak ada lagi yang aku dengar


Selain kenangan yang melagu bersama hujan


Tak bisa lagi aku menatap pendaran sinar


kecuali kesempatan yang berjingkat samar-samar


 


Dalam tangisan sombong yang tidak bersuara, aku merindukanmu….



 



« kehalaman sebelumnya | kembali keatas

Komentar


2011-03-08 18:08:07 - edieth
smua hujatan smua makian itu sperti alunan musik yg keras.. kita diam tergulai lemas tapi batin kita mengeras.. mencoba untuk bangkit menelusuri kata demi kata.. baru kita sadar bila kata itu hilang muncul lah kerinduan.. itu lah yg jadi semangat kerinduan akan kamu..
2011-03-09 07:47:05 - Rafael Yanuar
Sangat menikmati, Mas ANJI =). Kadang kita sulit mengakui perasaan kita sendiri, entah mengapa terlalu angkuh bagi kita untuk bertanya, dan akhirnya, tersesat dalam prasangka. Kita selalu merindukan pendapat dari orang-orang yang kita sayangi, tentang diri sendiri. Semoga benar penafsirannya =). Kalaupun salah, sudi kiranya memaafkan =)
2011-03-09 11:25:32 - Onay
terbaca garis waktu yang melintas, setiap jengkal tanah yang terinjak, setiap butir selaksa peristiwa, walau masa lalau tetap lah yang lampau, namun Kerinduan yang sangat selalu di rasa.. cuma bisa bilang, INDAH .. untuk semua Kalimat yang K.Anji susun dan rangkai.
2011-03-09 13:05:23 - just me
Ada luka dan duka yang kerap terbuka. Mungkin dia tidak perlu diobati. Mungkin dia cuma perlu hilang menyepi, dan tak usah dicari. Saat dia sembuh, sudah saatnya untuk gaduh. Tiba saat ia kembali. Ia akan siap menanti. Percayalah pada harapan, dan kepadanya, kekuatanmu akan berpegangan. Jika kelak kau butuh kekuatan, akan aku pinjamkan seutas nadi, separuh nyali, serta seperempat keyakinan. Kau akan bertahan.
2011-03-29 16:39:12 - nha
Jayapura, menjelang senja. INI GW BANGET!!!! :'(
2011-03-31 13:32:14 - dina
anji. kamu keren bgt. sumpah
2011-05-05 16:25:51 - Rany Jr
huuaaaa...suuukkkkaaaaaaaaa yg ini.. kereeeenn...
2011-08-24 15:38:00 - heri_gondronk
LO keren..
2011-10-19 16:21:15 - norie alhamid
kalimat "Dalam tangisan sombong yang tidak bersuara, aku merindukanmu…." benar benar istimewa mas anji :')
2012-08-10 01:08:13 - Trie
keren bang :D,
  security code
Verifikasi: