ngobrol santai (2)

cara 20 Jan 2011 8:38pm



Teman ngobrol saya kali ini adalah @solehsolihun, seorang Editor di majalah Rolling Stone Indonesia. Dia juga seorang MC monolog yang seru. Banyak orang jadi korban ‘kejailannya’ pada saat nge-MC. Pernah suatu kali dia ngomong sesuatu di atas panggung, yang akhirnya saya buat menjadi sebuah tulisan di web ini (pernah dimuat di majalah Rolling Stone) di Teriakan Panjang. Judulnya ‘Apa Salahnya Jadi Band Mainstream?’. Oiya, gatau kenapa dia ini gak suka saya pake kostum putih-putih. Padahal waktu konser di Indonesia vokalis 311, Nick Hexum, juga pake putih-putih, HUH!! Nah, sila simak obrolan saya sama laki-laki yang suka pake jaket kulit ini ~~>



 


 


 


 


 


 


( sebelumnya maaf ya kalo layout-nya berantakan. Web ini sedang dalam penyempurnaan, jadi kadang masih ada salah-salah tampilan. Pasti dibetulin perlahan-lahan)




1)   Selama ini lo dikenal sebagai wartawan musik.     Menurut lo sendiri, musik itu apa Leh?  Seberapa jauh dia mempengaruhi hidup lo? 


Musik itu makanan jiwa, seperti juga agama. Makanya, ada banyak orang yang menganggap agamanya musik, atau menuhankan musisi atau band favoritnya. Musik tentu saja s 

angat mempengaruhi kehidupan gua. Yang paling sederhana: gua ingin jadi jurnalis musik, ya karena gua cinta musik. Itu sebabnya, sejak ngambil kuliah Jurnalistik di Fikom Unpad dan menemukan kecintaan pada dunia jurnalistik, gua udah tahu mau jadi jurnalis apa: jurnalis musik. Dan yang namanya makanan jiwa, ya selain beribadah, musik itu mengisi jiwa gua dengan hal-hal yang menyenangkan.


2)  Saat melakukan review pada sebuah karya, lo lebih menekankan unsur subyektifitas atau obyektifitas? 


Yang namanya review alias mengulas itu tentu saja subyektif. Dalam ilmu jurnalistik, ada dua bentuk isi media: news dan views. News itu ya berita, laporan berdasarkan fakta dan data. Views itu opini alias pandangan. Nah, di views inilah orang-orang bisa memasukkkan opini pribadinya di media massa—karena secara teori, opini si penulis berita tak boleh dimasukkan ke dalam berita. Itu sebabnya ada artikel opini, karikatur, atau editorial di media massa cetak. Review sebuah album musik, atau karya seni lainnya ya opini si penulis. Yang namanya opini jelas subyektif. Jadi kalau ada musisi marah karena diulas jelek dan bilang, “Ah subyektif elu mah!” Ya sebuah review memang harus subyektif. Cuma, tantangannya adalah bagaimana membahasakan subyektivitas itu dengan baik dan bisa dipertanggungjawabkan kepada pembaca. Review itu adalah usaha si penulis untuk meyakinkan pembaca pada pendapatnya. Dan subyektivitas itu kan tergantung pada pengalaman dan pengetahuan si penulis. Yang berat tuh di situnya. Menilai sebuah karya tentu membutuhkan referensi supaya bisa membandingkan atau minimal punya standar untuk menilai. Misal, kita bisa tahu mana cewek yang cakep dan jelek kalau sudah pernah melihat banyak jenis cewek, iya nggak? Hehe. Oke, kembali ke review. Tantangan terbesarnya adalah bagaimana menilai sebuah karya tanpa terlihat seperti persoalan suka tidak suka saja. Suka harus ada alasannya karena apa. Tidak suka juga harus ada alasannya. Intinya, subyektivitas yang berdasarkan argumen yang sebisa mungkin diterima pembaca.  


3) Lo melakukan riset atau nanya ke nara sumber (pembuat karya) gak pada saat mulai melakukan review?  


Biasanya sih risetnya bukan ke si pembuat karya, tapi lebih ke melihat karya-karya terdahulunya, jadi gua punya referensi yang jelas dari sebuah album. Makanya, lebih enak mengulas sebuah album ketika gua udah pernah mendengarkan album-album sebelumnya. Kadang-kadang, menanyakan dulu maksud sebuah karya ke si pembuat karya jadinya mempengaruhi penilaian.


4)   Nah, kan lo nih yang ngomong, “Inilah vokalis band mainstream, Anji Drive” di kawinannya @dedidude dan @pokijanacil (baca: Apa Salahnya Jadi Band Mainstream di “Teriakan Panjang”), menurut lo apa sih band mainstream itu?  Jelek gak?  


Band mainstream ya menurut gua, band yang popular, dikenal oleh banyak orang, dan mendapat ekspos besar-besaran di media massa yang juga mainstream. Sebenernya menjadi mainstream itu tak ada hubungannya dengan jelek atau bagusnya sebuah band. Sebuah band jadi bagus atau jelek, ya karena karyanya, bukan karena popularitasnya.


5)   Gue inget, lo pernah bilang, “Gue ini aneh sebagai wartawan, karena jarang baca. Gue hanya suka membaca lirik Iwan Fals”. Menurut gue itu sangat menarik. Bisa ceritain tentang itu? 


Iya, gua termasuk jarang baca. Bukan pembaca koran yang intens, waktu kuliah juga meskipun beli buku-buku kuliah, nggak pernah gua baca. Orang-orang rame ngomongin “Dunia Sophie” sampai sekarang gua nggak tahu itu buku tentang apa. Hehe. Kalaupun ada yang dari kecil gua rajin baca, itu majalah Si Kuncung, Bobo, dan sempet Donal Bebek. Tapi sejak SMP sampai kuliah, gua males baca. Dan setelah gua pikir-pikir, sejak SMP gua mengagumi Iwan Fals, dan selalu muter lagu Iwan Fals setiap hari, sambil dibaca liriknya. Iwan Fals bisa menulis lirik dengan bahasa yang mudah dicerna sehingga mudah diingat. Kalimatnya lugas, tapi sangat bercerita. Gua baru sadar belakangan, bahwa mungkin secara tidak langsung gua terpengaruh Iwan Fals dalam tulisan. Itu sebabnya, gua paling tak bisa menulis dengan kata-kata canggih seperti kaum terpelajar itu. Pilihan kata gua cenderung sederhana, lugas. Kalau diibaratkan musik, gaya tulisan gua mungkin bisa dimasukkan ke dalam kategori punk rock. Tak banyak variasi atau tak banyak referensi [jika kosa kata atau kepintaran gua mengolah kata diibaratkan grip, maka sebenernya tulisan gua itu ibarat grip yang sederhana, tak rumit]. Hehe. Tapi oya, sekarang gua baru berniat untuk rajin membaca. Makanya gua beli buku-buku biografi musisi, karena itu topik yang menarik buat gua. Tapi sayang, satu buku aja bisa beres dibaca berbulan-bulan lamanya, bahkan ada yang sampai satu tahun baru kelar. Hehe.


6)   Sekarang soal MC. Lo kayanya semakin mengukuhkan diri menjadi MC monolog. Gimana tuh prosesnya Leh? 


Kan kalau ngemsi itu sering lama banget tuh pergantian band-nya [Jadi, saya mohon kepada semua band untuk cepat mengatur alat supaya MC tak terlalu lama menunggu kalian tampil] nah gara-gara terdesak tak tahu harus ngomong apa, akhirnya gua sering mengeluarkan apa yang ada di kepala gua di saat itu. Beberapa memang kadang dipikirkan sebelum naik panggung, tapi lebih banyak improvisasi. Jadi, monolog itu sebenarnya karena gua mengutarakan apa yang terlintas di kepala. Dan pada dasarnya gua pengen membuat orang terhibur. Plus, ini gara-gara waktu ngeband jaman kuliah dulu, gua jadi frontman di band tapi bukan lead vocal. Gua tampil di depan sebelum band gua manggung, lagi mereka ngeset alat, ngoceh di antara pergantian lagu, membuat penonton panas, tapi ketika nyanyi, gua jadi backing vocal! Dan meskipun bukan lead vocal, orang-orang hanya mengenal gua di band itu dibandingkan personel yang lain. Hahaha. Atau, mungkin itu ada hubungannya juga dengan gua yang sejak kecil selalu mendamba ada di depan banyak orang, ngomong dan membuat mereka mendengarkan semua omongan gua. Itu sebabnya gua pernah bercita-cita jadi ustadz gara-gara pernah mengagumi Zainuddin MZ. Ah, mungkin karena dia juga ya gua seneng ngebanyol di panggung? Hehe. Ya intinya mah gua pernah pengen jadi orator handal, membakar semangat orang-orang.


7)   Lo juga pernah bilang, “Mood saat nge-MC itu terganggu kalo monitor di panggung jelek”. Jelasin dong! (sama kaya penyanyi nih) 


Gua bukan tipe MC yang teriak-teriak pas membawakan acara. Elu tau lah, banyak kan, MC yang seneng berteriak dengan harapan membakar semangat. Nah gua nggak suka begitu, karena bikin capek. Monitor itu penting untuk mendengar suara gua, elu tentunya tahu lah sebagai vokalis. Kalau gua bisa mendengar dengan jelas suara gua, ada perasaan tenang di hati bahwa orang-orang di depan gua mendengar apa yang gua katakan. Satu persoalan teratasi, jadi gua tinggal memikirkan kalimat apa yang harus gua ucapkan kepada mereka. Dengan tenang, tanpa harus membuat sakit urat di leher. Monitor tak jelas, atau sound system buruk, membuat gua yang tak mendengar suara gua, harus agak berteriak sehingga membuat lelah dan akhirnya malah sibuk mikirin suara lalu malah tak fokus dalam merangkai kalimat. Hehe.  


8) Haha, iya banget! Oiya, gue pernah nge-tweet “Entertainer/band yang mempunyai nilai jual bagus belum tentu punya kemampuan teknis yang bagus”. Itu sering terjadi, dan lo pasti sering menemuinya. Ada tanggapan?


Iya, seringkali dengan promosi dan manajemen yang bagus, kemampuan teknis bukan jadi halangan untuk dijual ke publik. Lagipula, di industri musik, kemampuan teknis pun akan sia-sia tanpa promosi atau manajemen yang bagus. Atau, biasanya band yang baru muncul, kemampuan teknisnya masih pas-pasan, tapi jika band itu pintar, mereka akan belajar dan mengembangkan diri sehingga di album-album berikutnya, nilai jual mereka yang bagus didukung oleh kemampuan teknis. Lagipula, kalau bicara musik, musisi dengan kemampuan teknis pas-pasan, tapi bisa membuat lagu yang disukai banyak orang, akhirnya mereka punya nilai jual juga. The Ramones aja, waktu muncul, kemampuan bermain musiknya pas-pasan, tapi bisa nulis lagu bagus.  


9)   Selama mewawancara, artis mana yang paling ok dan gak ok buatlo?  Alasan? 


Seingat gua, The Changcuters adalah salah satu narasumber yang paling enak untuk diajak ngobrol. Bukan hanya karena gua udah kenal dengan mereka sebelum jadi band, tapi karena setiap personel The Changcuters bisa menjawab pertanyaan dengan enak. Biasanya, di sebuah band, di antara lima personel, cuma satu atau dua yang rajin menjawab, atau bisa mengeluarkan kalimat yang bagus. Semua personel The Changcuters bisa menjawab dengan baik, seakan-akan tak ada satu personel lebih tinggi posisinya disbanding yang lain. Mereka tahu bagaimana mengeluarkan kalimat yang tepat sehingga imej, karakter,  opini band dan kenapa mereka melakukan itu semua bisa tersampaikan.


Yang nggak oke… hmm ini pertanyaan sulit nih. Terlalu banyak band yang tak bisa ngomong dengan baik. Ketika ditanya proses kreatif, atau kenapa mereka melakukan itu semua, mereka tak bisa mengatakan dengan menarik. Tapi, entah kenapa sekarang gua teringat Gamma, masih ingat band itu? Yang kabarnya vokalisnya itu anaknya Dirjen Pajak. Waktu gua kerja di Trax Magazine, ada memo dari bos besar untuk mewawancarai Gamma—diduga karena bos besar dan bapaknya berkawan, jadi harus diwawancara—padahal semua band juga bisa diwawancara di Trax. Si vokalis, sepanjang wawancara memakai kacamata hitam di dalam ruangan, padahal lagi nggak wawancara sama jurnalis media massa elektronik. Haha. Dan seingat gua, mereka juga tidak menarik sebagai sebuah band ketika diwawancara.


10) Di luar karir… Siapa Tuhan itu menurut lo?  Kapan lo ketemu Dia? 


Tuhan itu yang menciptakan alam semesta dan seisinya. Memang, harus gua akui bahwa pemikiran ini bukan didapat karena hasil pencarian, tapi karena hasil pendidikan agama sejak kecil sehingga membuat gua menerimanya. Secara logika tapi bisa dipertanggungjawabkan konsep Tuhan itu. Semua hal di dunia ini pasti ada yang menciptakan, ya nggak? Nah, tak mungkin lah bumi, kita, dan semua yang ada sekarang di alam semesta ini kalau nggak ada yang menciptakan. Itu sebabnya konsep Tuhan masuk akal buat gua. Soal bertemu dengan Dia, gua sih belum merasa ketemu ya,  tapi gua merasa Dia selalu mendengar dan mengabulkan doa gua, meskipun kadang butuh waktu.  


11) Pencapaian terbesar lo sampai saat ini apa?


Orang-orang mengenal nama Soleh Solihun, nama yang pernah gua pikir tak keren dan tak menjual.


12) Saat lo lagi sedih, apa yang lo lakukan?


Mendengarkan musik dari musisi/band favorit atau berkumpul bersama teman-teman baik adalah obat paling mujarab untuk mengobati kesedihan.  


13) Agak serius nih. Kalo membunuh itu gak dilarang agama dan gak dijatuhi hukuman sama Negara, siapa yang bakal lo bunuh?


Bakal gua bunuhin semua preman di pinggir jalan yang menggangu ketentraman, anggota FPI yang menyerang orang lain [meskipun jadinya gua tak lebih baik dari mereka dengan membunuh tapi biarin lah, kan konteksnya tak dilarang agama dan tak dijatuhin hukuman, yak an? :D], dan pejabat-pejabat pemerintah yang menyebalkan terlalu banyak untuk disebut lah. Hehe.


14) Sebutin 5 hal yang bikin lo bertahan di tempat kerja lo sekarang.


1. Sejak kuliah, gua bercita-cita jadi jurnalis musik, dan sempat terlintas di benak, ‘Wah, kalau majalah Rolling Stone terbit edisi Indonesia-nya, gua pengen kerja di sana.’ Jadi, bisa dibilang ini adalah mimpi yang jadi kenyataan. Gua menjalankan profesi yang gua senangi, menulis berita soal musik. Tak ada yang mengalahkan kenikmatan melakukan pekerjaan yang elu sukai. Gua pernah kerja di tabloid ekonomi waktu di Bandung, meskipun finansial menyenangkan, tapi batin tersiksa. Hehe.


2. Teman-teman kerja gua menyenangkan sehingga membuat suasana selalu nyaman.


3. Lokasi kantor yang hanya setengah jam ditempuh naik motor dari rumah gua.


4. Gajinya masih membahagiakan.


5. Dan tentu saja, brand-nya. Sebelum brand Soleh Solihun menjadi brand yang kuat, gua masih butuh mendompleng brand internasional yang sudah puluhan tahun eksis.


15) Eh, lo suka kerokan gak leh? Kan katanya itu gak bagus buat kulit, tapi banyak orang (termasuk gue) merasa enak abis kerokan. Menurut lo?


Seingat gua sih, baru beberapa kali ngerasain dikerok. Dan komentar gua soal kerokan: tak terlalu berpengaruh pada badan yang lagi masuk angin. Gua lebih milih minum cairan penolak angin atau melumuri badan gua dengan kayu putih, atau minum teh manis hangat, atau istirahat. Jadi, buat gua kerokan itu bukan pilihan.  


16) Lo kan suka menulis ‘hal paling menggelikan’ di akun pribadi lo. Nah, yang super menggelikan itu menurut lo apa?


Yang super menggelikan itu menurut gua, orang-orang yang selalu menyerang atau menertawakan orang lain atas karyanya [konteksnya bukan pembuat kebijakan publik atau pejabat ya, sebal pada pemerintah masih terbilang wajar lah, hehe], menyebar kebencian, padahal sebenarnya di dalam hatinya mereka melakukan itu karena alam bawah sadarnya iri pada orang yang dibencinya itu. Gua tahu itu, karena gua juga pernah sebel sama orang, dan menertawakan karyanya, tapi setelah gua sadar dan menerima dengan hati tenang, gua jadi tahu bahwa gua membenci tak jelas, karena gua iri dan tak mau mengakui prestasi orang itu. Makanya, sekarang gua tak mau membenci orang berlebihan. Kalau tak suka sama orang, ya mending gua tak anggap dia ada, tak perlu diperhatikan dan tak perlu juga memberi dia perasaan benci gua, karena dengan memberi porsi perasaan itu berarti memperhatikan. Kalau sudah begitu, benci itu beda tipis dengan cinta. Jadi itulah, orang yang benci padahal cinta adalah yang super menggelikan.


17) Kenapa sih lo suka banget jaket kulit yang sering lo pake itu?  Itu identitas diri atau gimana?  Gak pernah dicuci ya? (hehe)


Gua jatuh cinta dan ingin memiliki jaket kulit gara-gara waktu SD melihat John Travolta di film Grease. Film itu pula yang membuat gua jatuh cinta pada rock n’ roll music. Waktu kecil, melihat John Travolta memakai jaket kulit dipadu dengan jins dan kaos, gua menemukan sosok yang keren. Akhirnya, jaket kulit jadi salah satu benda yang sejak kecil gua idamkan [dan akhirnya baru bisa memilikinya ketika kuliah, kira-kira tahun 2000 lah]. Gua merasa jaket kulit adalah salah satu simbol kejantanan, selain motor besar.


 


Hingga saat ini, gua punya empat jaket kulit, dan semuanya nggak pernah gua cuci. Hehe. Karena katanya jaket kulit jangan dicuci. Mau ke dry clean, nggak tahu di mana yang murah. Gua pernah nanya katanya 200 ribuan buat dry clean jaket kulit. Sebagai cheap bastard, gua enggan membayar uang segitu cuma untuk dry clean jaket kulit. Hehe.


 


Oya, gua pernah nulis soal beberapa mimpi masa kecil di blog gua: solehsolihun.multiply.com:


http://solehsolihun.multiply.com/journal/item/69/Tentang_Mimpi_Masa_Kecil


18) Apa hal yang pengen lo lakukan lagi dalam hidup, Leh?


Gua pengen punya acara televisi sendiri. Memandu sebuah program bincang-bincang seperti di Tonight Show. Pengen pergi ke New York, kota yang telah melahirkan banyak band punk rock bagus. Pengen juga ke London, karena The Clash menulis lagu “London Calling”. Pengen pergi ke Yunani bareng pacar, karena dia cinta sekali dengan Yunani. Pengen bertemu The Rolling Stones, Iggy Pop, Lou Reed, dan David Bowie. Dan tentu saja pengen naik haji karena gua religius, supaya lengkap Rukun Islam. Haha.


19) Nama Pacar?  Kapan kawin, eh, nikah? Hehe… (jawaban dia promoin pacarnya sendiri, ckckckck)


Tetta Riyani Valentia, akun twitternya: @tettavalentia. Insya Allah kawin 3 Desember 2011 [gedung udah gua bayar, sekarang sedang persiapan plus ngumpulin duit lebih banyak lagi. Haha]. Dan elu harus datang serta menyanyikan lagu di pernikahan gua sambil memakai kostum putih-putih elu yang sangat ikonik dan tak terlupakan itu Nji. [Hahaha. Akhirnya bisa juga memasukkan kostum putih-putih ke dalam kalimat. Kalau tulisan ini masih bisa dibaca, berarti Anji berbaik hati karena tak mengeditnya.] 


20) Iyeeeee, gue dateng. Gapake putih-putih, sial! Hahaha. Terakhir, apa harapan lo buat pembaca web ANJI ini?


Harapan gua supaya pembaca web ini meminta Anji memuat lagi foto-foto ketika Anji, sang vokalis idola mereka, memakai kostum putih-putih kebanggaannya yang ikonik dan tak terlupakan itu. Hahaha. Sekali lagi, gua masukkan dalam kalimat. Sebagai info untuk para pembaca yang budiman, saya dan kostum putih-putih Anji itu punya sejarah. Kali pertama saya melihat Anji Drive manggung, itu ketika dia memakai kostum putih-putih. Waktu itu yang terlintas, “Anji Drive ternyata bagus juga pas manggung, vokalnya powerful, komunikatif, atraktif, tapi sayang kostumnya kok putih-putih? Kayak mau upacara aja, cuma bedanya ini ketat banget. Kostum putih-putih ketat bukanlah pemandangan indah untuk dilihat.” :p Alhamdulillah, Anji sudah tersadar dan menanggalkan kostum putih-putih ketatnya.


Yah, harapan gua sih, semoga pembaca website ini bisa terhibur dan mendapatkan manfaat.


 


Hehe, begitulah si @solehsolihun. Terlihat dari jawabannya, dia adalah seseorang yang melakukan sesuatu dengan dasar yang jelas. Kalo mau ketemu dia, datang hari kerja ke Rolling Stone Kafe, Jalan Ampera Raya No. 16. Kalo mau pake jasa dia buat nge-MC, tolong ingetin dia buat gak sebut-sebut nama saya dalam monolognya.  Mulut nerakaaaa!!    =)




 



« kehalaman sebelumnya | kembali keatas

Komentar


2011-01-20 21:09:31 - randa adek pentet
hahahaha orangnya kayak gayus....
2011-01-20 21:24:15 - dude
hahahah bagian putih2nya digedhein hahahhaha ayo ji upload.. UPLOAD UPLOAD UPLOAD
2011-01-20 21:43:26 - Jia
Soleh ini kakak kelas gw waktu kuliah. Emang orangnya udah iconic sejak dulu. Ga pernah lepas dari jaket kulitnya, dan dulu, err rambutnya gondong :))
2011-01-20 21:57:33 - fajar
Menarik.! :D
2011-01-20 22:05:44 - Dimas
soleh solihun jelas orang yg to the point di tiap tulisannya, cerdas...upload foto Anji pake kaos putih2!!!!!!!!!!
2011-01-20 22:10:31 - Dimas
eh Soleh pernah ikut MP juga?:)
2011-01-20 22:11:31 - sigit
Neh baru seru! Artis nginterview wartawan..
2011-01-20 22:27:41 - anyo
Obrolan yg sgt menarik dan edukatif. Noted no.16! :)
2011-01-21 00:10:44 - vicky anggriansyah
menarik sekali obrolan yg lumayan panjang dg mas soleh solihun..... salam dari warga malang untuk mas anji & mas soleh.. kapan liputan di malang lagi mas soleh????hahahahaha
2011-01-21 00:48:12 - wenzrawk
Setuju sama Soleh, Nji. Kostum putih-putih elo asli dahhh, sama stand mike yang ribet itu masih ada gak? :D Btw, nice interview, masbro.
2011-01-21 01:03:00 - @rendyafriandi
ternyata soleh solihun itu mirip gayus ya :D
2011-01-21 01:15:33 - shinta
wakakakakk..ngakak tenan! dari musik->kostum putih2..wis jan santai tapi berisi. jadi kapan diupload foto2nya, nji?
2011-01-21 01:29:24 - @samacksamakk
seru! lsg membayangkan kostum putih2 ketatnya anji dipadu ama jaket kulitnya soleh. that's rock & roll! :D nice chat & great site anyway! \m/
2011-01-21 03:03:53 - Anji
Sial..., gue udah tau pasti yang dibahas paling banyak adalah kostum putih-putih! Tau gitu gue gak nanya soal calon istrinya si Soleh. Hahaha!! Oh iya @wenzrawk, micstand ribet udah jadi ikon aje. hehe mayan dijual buat souvenir. Dan sepertinya interview ini membuat gue akan menulis tentang filosofi kostum putih-putih. Tunggu tanggal mainnya. #Ngek
2011-01-21 11:09:43 - @sayyidskiy
nice, gak salah milih org buat interview. soalnya soleh blom tenar kan tuh, biar tenar dia.
2011-01-21 12:22:55 - shiiyoshi
nice interview mas Anji :) paling demen ama point 9, band paling asyik utk d interview adalah The Changcuters.. jd inget interview ama mereka dan semuanya mengeluarkan jokefisien, candaannya mutu :)
2011-01-21 13:44:45 - masnijuri
gw suka banget gaya bahasa yg mewawancara dan sumber itu gampang dicerna, gak sok pintar tapi secara gak langsung kalo sebenarnya kedua orang ini pinter ( pendapat gw pribadi lho yah, gak tauk yg lain )
2011-01-21 14:19:28 - barlieve
soleh solihun .. ! kakak kelas yang penuh inspirasi .. saya nge fans sekali sama tulisan soleh dan jaket kulitnya.. serta mulut neraka nya , hahahah rindu melihat dia jadi MC lagi.. anji .. putih putih ketat itu emang gmana gtuh .. hihihi
2011-01-21 17:58:05 - @ahdesii
seruuuu... cocok juga jadi wartawan kak.eh,tapi kalo kakak jadi wartawan soleh solihun jadi paaa? hihihihi
2011-01-22 00:33:21 - Anji
Wah, permintaan akan kostum putih-putih semakin menggelora. siap-siapin foto tercantik. #Ngek. Makasih buat meninggalkan jejak ya!
2011-01-22 14:32:25 - isabella ginting
hahaha..yayaya.saatnya sering2 singgah ke rollingstone cafe #ehh.slain ngefens sm mas wendi putranto,bertambah 1 lg deh.soleh solihun :D
2011-01-23 15:20:17 - @mayan_farida
anji sama soleh solihun foto bareng donk, tpi anji pake jaket kulit, soleh solihun pake putih-putih :p
2011-01-23 22:44:18 - nisha-chan
ahhh aku ketinggalan baca baca update an nya.. hehe.. maaf mas, kuliah udah masuk nih, hihii,, di maafkan koo.. *tentang layout* heheeee.. tapi pasti nanti jadi lebih baik lagi dan lebih menarikkk,,, =) semangat semangat... isi berita yang disampaikan semakinnnnnn menarikkkk ....
2011-01-24 11:25:50 - @ieghazulham
Keren... gw suka orang aneh, asik n relijius... dan lagi sayang pacar... dan apa adanya... (kok yang wawancara & di wawancara ada kemiripan sikap yah?)
2011-01-24 17:13:25 - @nduknha
cool>>>> saya jd pengen liat mas anji pake baju putih2....hahahah ^_^
2011-01-24 21:18:18 - rio darmawan
jiakakakak.. begitu pun saya,, agak merinding melihat mas anji make putih" hiiii ! hehhehe
2011-01-31 11:17:17 - Anji
~ Tenang, sebentar lagi akan ada foto kami berdua. Soleh yang pake putih-putih, gue pake jaket kulit. NAH!
2011-02-14 15:18:16 - @galihtamma
saia minta maaf...skali lg ~_~"
2012-07-04 16:26:32 - zday
Wkwkwk.. Ngakak aku bacanya.. Enak bahasanya... Hehehe.. Good luck buat Kak Soleh.. hiii
  security code
Verifikasi: